Tampilkan postingan dengan label Menyusui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menyusui. Tampilkan semua postingan

Bikin Anak : "Kebutuhan Nutrisi Ibu Menyusui"

Senin, 17 Mei 2010

Tak disangkal lagi, ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Tapi apakah Ibu menyusui mendapatkan semua nutrisi yang mereka butuhkan untuk menjamin kesehatan yang optimal bagi ibu dan bayi? Anehnya, bagi banyak ibu menyusui, jawabannya cenderung "tidak." Saat ini bukti menunjukkan bahwa wanita menyusui beresiko kekurangan vitamin D, serta beberapa nutrisi penting lainnya. Ahli gizi sekarang menyarankan bahwa ibu menyusui harus mengkonsumsi makanan yang sehat dan juga menggunakan suplemen yang dirancang untuk mengatasi kekurangan gizi penting untuk menghasilkan komposisi ASI yang berkualitas bagi pertumbuhan bayi dan juga meningkatkan produksi ASI.

Pentingnya Asupan Vitamin D untuk Ibu dan Bayi

Karena khawatir akan dampak buruk sengatan matahari terkait dengan kanker kulit dan penuaan dini, kita menutupi diri dengan pakaian dan tabir surya ketika di luar rumah, seperti yang disarankan oleh dokter. Namun, bagaikan buah simalakama, tindakan "menjauhi sengatan matahari" ini berdampak pada kekurangan vitamin D bagi wanita, terutama ibu hamil dan menyusui. Hal ini menempatkan bayi pada resiko rakhitis, yaitu penyakit akibat rapuhnya pertumbuhan tulang. Oleh karenanya, American Academy of Pediatric (AAP), merekomendasikan bahwa semua makanan bayi harus dilengkapi dengan Vitamin D. Rekomendasi AAP juga mencantumkan bahwa ibu dari bayi yang minum ASI juga membutuhkan asupan Vitamin D.

"Dulu, bayi dan ibunya lebih mendapat paparan sinar matahari lebih banyak, supaya pigmen bawah kulit agar dapat memproduksi vitamin D yang dibutuhkan tubuh, kata Dr Kathleen Marinelli, seorang konsultan ahli laktasi internasional. "Rendahnya kadar vitamin D dalam ASI harus ditingkatkan dengan cara mengkonsumsi vitamin D bila tidak cukup dihasilkan oleh kulit. Dengan mengkonsumsi suplemen yang mengandung vitamin D, kadar vitamin D juga meningkat dalam ASI."

Ibu menyusui dan bayi mereka mungkin juga memiliki tingkat rendah nutrisi penting lainnya, termasuk Vitamin A, C, B-6, asam folat, B-12, dan Seng.

Meskipun banyak pakar kesehatan merekomendasikan bahwa ibu menyusui dapat terus mengkonsumsi suplemen kehamilan mereka, sebagian besar suplemen prenatal itu tidak mengandung cukup kadar bahan-bahan penting ini.

Untuk alasan ini, perusahaan nutrisi herbal seperti Fairhaven Health telah merumuskan produk yang dirancang untuk mengatasi masalah-masalah ini dan memformulasikan Nursing Blend, suplemen nutrisi alami bagi ibu menyusui, yang mengandung suplemen kunci yang dibutuhkan ibu untuk menghasilkan ASI yang berkualitas bagi si Buah Hati.

Fairhaven Health adalah produsen terkemuka suplemen kesuburan, kehamilan dan menyusui. Ethan Lynette dari Fairhaven Health mengatakan bahwa beberapa pelanggan masih ingin terus menggunakan produk suplemen prenatal Fairhaven, bahkan setelah mereka melahirkan bayi, namun bagi ibu menyusui, ada kebutuhan gizi baru yang lebih kompleks, dan oleh karenanya mereka mengembangkan bahan alami, bekerjasama dengan tim dokter dan ahli gizi, termasuk Dr. Marinelli. Hasilnya adalah kombinasi unik vitamin, mineral, dan herbal alami (tumbuh-tumbuhan yang meningkatkan produksi ASI) untuk membantu menjamin nutrisi yang optimal dan meningkatkan produksi susu. Nursing Blend mengandung 100% atau lebih dari rekomendasi RDA untuk ibu menyusui.

Nutrisi penting tersebut meliputi:

· Vitamin D: penting untuk kesehatan gigi dan pertumbuhan tulang.

· Vitamin B-6: memetabolisme lemak dan protein, memfasilitasi pertumbuhan sel, mendukung syaraf dan sistem kekebalan. Vitamin B-6 sangat dibutuhkan bagi produksi sel darah merah dan putih.

· Folic Acid (Asam Folat): mensintesis DNA dan membantu dalam pembelahan sel.

· Vitamin B-12: Mendukung sistem saraf dan produksi sel darah merah.

· Zinc (Seng): Mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat dan penting dalam penyembuhan luka.

Kandungan vitamin dan mineral dalam Nursing Blend memastikan bahwa ibu dan bayi memperoleh nutrisi yang mereka butuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.

"Banyak ibu baru yang khawatir bahwa mereka tidak cukup memproduksi air susu atau ASI mereka kurang," kata Mr Lynette. Nursing Blend mengandung fenugreek dan fennel seeds yang dapat meningkatkan produksi ASI untuk menjadikan pengalaman menyusui lebih produktif, relaks dan menyenangkan bagi ibu maupun bayi. (Erabaru/adv)
READ MORE - Bikin Anak : "Kebutuhan Nutrisi Ibu Menyusui"

Bikin Anak : "Masalah Pada Ibu Menyusui Dan Solusinya"

anak pertamaku,mas item,punya anak pertama,blogpaling bagus di duniaKehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita dari pasangan subur agar dapat dilalui dengan aman. Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Kesehatan ibu hamil dan menyusui adalah persyaratan penting untuk fungsi optimal dan perkembangan kedua bagian unit itu.

Dalam menanti kelahiran bayi, si Ibu harus menyiapkan terlebih dahulu keadaan psikologinya dalam menghadapi bayinya nanti, terutama dalam hal menyusui bayi. Berikut langkah-langkah yang harus diambil untuk mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui bayinya:

* Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam menyusui bayinya; menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninya, bila ada masalah hubungi dokter atau petugas kesehatan yang berkompeten.

* Meyakinkan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu buatan/formula

* Memecahkan masalah yang timbul pada ibu yang mempunyai pengalaman menyusui sebelumnya, pengalaman kerabat atau keluarga lain

* Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan dalam keluarga, ibu dapat beristirahat cukup untuk kesehatannya dan bayi sehingga perlu adanya pembagian tugas dalam keluarga

* Setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya dan dokter atau petugas kesehatan harus dapat memperlihatkan perhatian dan kemauannya dalam membantu ibu sehingga hilang keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang tengah dihadapinya.

Selain hal tersebut diatas, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan :

1. Ukuran dan bentuk

Tidak berpengaruh pada produksi ASI. Perlu diperhatikan bila ada kelainan seperti pembesaran masif, gerakan yang tidak simetris pada perubahan posisi

2. Kontur/permukaan

Permukaan yang tidak rata, adanya depresi, elevasi (pengangkatan jaringan), retraksi (tindakan menarik kembali) atau luka pada kulit payudara harus dipikirkan ke arah tumor atau keganasan dibawahnya. Saluran limfe yang tersumbat dapat menyebabkan kulit membengkak, dan membuat gambaran seperti kulit jeruk

3. Warna kulit

Pada umumnya sama dengan warna kulit perut atau punggung, yang perlu diperhatikan adalah warna kemerahan tanda radang, penyakit kulit atau bahkan keganasan

4. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya. Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.

5. Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara :
1. Ibu duduk atau berbaring dengan santai, bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah (kaki ibu tidak tergantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi
2. Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu (kepala tidak boleh menengadah dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan)
3. Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu dan yang satu di depan
4. Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi)
5. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
6. Ibu menatap bayi dengan kasih sayang

6. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang di bawah, jangan menekan puting susu atau areolanya saja

Masalah yang sering terjadi pada saat menyusui:

1. Mastitis Mastitis adalah peradangan payudara yang dapat disertai atau tidak disertai infeksi. Penyakit ini biasanya menyertai laktasi, sehingga disebut juga mastitis laktasional atau mastitis puerperalis. Abses (nanah) payudara, pengumpulan nanah lokal di dalam payudara, merupakan komplikasi berat dari mastitis. Dua penyebab utama dari mastitis adalah stasis (terhenti) ASI dan infeksi. Patogen yang paling sering diidentifikasi adalah staphilokokus aureus. Pada mastitis infeksius, ASI dapat terasa asin akibat kadar natrium dan klorida yang tinggi dan merangsang penurunan aliran ASI. Ibu harus tetap menyusui. Antibiotik (resisten-penisilin) diberikan bila ibu mengalami mastitis infeksius.

1. Gejala mastitis non-infeksius:
* Ibu memperhatikan adanya “bercak panas”, atau area nyeri tekan yang akut
* Ibu dapat merasakan bercak kecil yang keras di daerah nyeri tekan tersebut
* Ibu tidak mengalami demam dan merasa baik-baik saja

2. Gejala mastitis infeksius:
* Ibu mengeluh lemah dan sakit-sakit pada otot seperti flu
* Ibu dapat mengeluh sakit kepala
* Ibu demam dengan suhu di atas 34 oC
* Terdapat area luka yang terbatas atau lebih luas pada payudara
* Kulit pada payudara dapat tampak kemerahan atau bercahaya (tanda-tanda akhir)
* Kedua payudara mungkin terasa keras dan tegang “pembengkakan”

Pengobatan:

1. Lanjutkan menyusui
2. Berikan kompres panas pada area yang sakit
3. Tirah baring (bersama bayi) sebanyak mungkin
4. Jika bersifat infeksius, berikan analgesik non narkotik, antipiretik (ibuprofen, asetaminofen) untuk mengurangi demam dan nyeri

READ MORE - Bikin Anak : "Masalah Pada Ibu Menyusui Dan Solusinya"

 
 
 

Followers